Raja Mataram Sultan Agung Memenggal Prajuritnya

Sultan Agung Memenggal Prajuritnya – (HeadLine Bola) Raja Mataram, Sultan Agung (memerintah 1613-1645) memutuskan untuk menyerang Batavia pada 1628 sebagai bagian dari rencana politik ekspansionisnya di Jawa. Pasukan Jawa berkali-kali menyerang benteng dan berulang kali juga mereka gagal. Selama 30 hari ribuan prajurit Jawa juga mencoba membendung sungai Ciliwung untuk membuat pasukan Belanda kehausan, usaha ini juga gagal. Dalam sebuah pertempuran besar di dekat benteng, pasukan Belanda berhasil mengalahkan pasukan Mataram.

Pasukan Mataram akhirnya dipukul mundur, namun hanya setelah Sultan Agung mengirimkan sepasukan algojonya untuk memenggal kepala kedua panglima pemimpin penyerbuan, Tumenggung Bahureksa dan Pangeran Mandurareja, beserta prajuritnya karena telah gagal merebut Batavia.
Baca Juga (Situs Permainan, Daftar Dan Aplikasi Rajaqq)

“VOC menemukan 744 mayat prajurit Jawa yang tidak dikuburkan, beberapa di antaranya tanpa kepala,” tulis M.C. Ricklefs dalam Sejarah Indonesia Modern 1200-2008.

Serangan kedua terjadi pada 1629, kali ini dipimpin Dipati Ukur. Sekali lagi, pasukan Mataram dipukul mundur. Belajar dari pengalaman kegagalan panglima sebelumnya, Dipati Ukur akhirnya memutuskan untuk memberontak karena tahu hukuman penggal dari sang sultan tengah menantinya.

IOF Sulsel Makassar Temukan Lima Destinasi Baru

IOF Sulsel Makassar Temukan Lima Destinasi Baru (HeadLine Bola) – Pengurus Daerah Indonesia Off-Road Federation (IOF) Sulawesi Selatan menyatakan telah menemukan lima destinasi wisata baru yang dinilai layak dieksploitasi dan dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Pengurus IOF Sulsel, Januar Jaury di Makassar, Kamis, mengatakan lima destinasi baru itu terdiri dari landscape dataran tinggi, danau, serta air terjun yang tersebar di lereng Gunung Latimojong dan Bakawakaraeng.

“Potensi destinasi baik di lereng Latimojong dan Bawakaraeng memang memberikan pemandangan yang menarik. (baca juga : Sewa Mobil Makassar) Jika bisa dieksploitasi dan dikelolah secara serius maka tentu akan menjadi sumber pemasukan bagi daerah setempat,” jelasnya.


Ia menjelaskan, selama berdirinya IOF Sulsel ini memang selalu rutin melakukan ekspedisi ke berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Ini juga tentu saja tujuannya untuk melihat keindahan alam yang selama ini belum terjamah masyarakat umum.

Mengenai sejauh mana potensi destinasi wisata yang baru itu untuk dikembangkan, dirinya mengaku tentu saja tergantung dari pemerintah setempat. (baca juga : Rental Mobil Makassar)  Pihaknya dalam hal ini hanya berupaya membantu mempublikasikan bahwa didaerah itu ada destinasi yang layak dikembangkan.

Pihaknya juga optimistis jika destinasi itu bisa bersaing dan dapat menarik para wisatawan jika dikelolah dengan baik.

Salah satunya tentu saja menyiapkan sarana dan prasarana termasuk akses jalan yang lebih baik untuk menuju ke destinasi wisata tersebut. Untuk destinasi ini sebenarnya memang sudah ditemukan masyarakat sekitar. Namun berhubung tidak ada jalur menuju kesana sehingga lebih terisolasi.

“Untuk kendaraan off road pada dasarnya tidak masalah. Namun tentu tidak demikian dengan kendaraan lain yang tentu butuh jalur yang lebih baik,” ujarnya.

Pihaknya juga memiliki harapan besar agar pemerintah daerah setempat bisa mengarahkan kebijakanya untuk memaksimalkan destinasi yang ada.

“Kami tentu punya komitmen mendorong pemerintah terkait untuk bisa mengeplor destinasi yang ada untuk bisa dikunjungi wisatawan. Jika ini bisa dikelolah dengan baik maka tentu menjadi pemasukan yang tidak sedikit untuk daerah,” ujarnya.

Sumber : Antara

Terima kasih telah membaca artikel IOF Sulsel Makassar Temukan Lima Destinasi Baru jangan lupa baca juga artikel dan berita menarik lainnya.