Melihat Statistik Manchester United di Tangan Ole Gunnar Solskjaer Jauh Lebih Baik

Statistik Manchester United Lebih Baik di Tangan Ole Gunnar Solskjaer - Solskjaer jelas lebih baik dibandingkan dengan saat Mourinho masih menjadi manajer.
Statistik Manchester United Lebih Baik di Tangan Ole Gunnar Solskjaer - Solskjaer jelas lebih baik dibandingkan dengan saat Mourinho masih menjadi manajer.

Statistik Manchester United Lebih Baik di Tangan Ole Gunnar Solskjaer

Statistik Manchester United Lebih Baik di Tangan Ole Gunnar Solskjaer – Solskjaer jelas lebih baik dibandingkan dengan saat Mourinho masih menjadi manajer. Di bawah asuhan Mourinho, United menguasai bola 53,2% dengan 47,4% di final third. Sementara di bawah Ole, United menguasai 67,9% (terbaik kedua setelah Chelsea dalam jangka waktu serupa) dengan 68,4% di final third. Di sisi lain, soal bertahan, United-nya Mourinho ditembak 14 kali per laga, sementara Solskjær ditembak 10 per laga (terlihat banyak, tapi ternyata itu statsitik terbaik keempat dari semua kesebelasan).

Setan Merah bersama José juga kebobolan 1,7 per laga (terburuk kelima), Ole kebobolan 0,75 per laga (terbaik keempat). Mereka juga melakukan 13 kali defensive error (2 menjadi gol) bersama José. Sejauh ini belum ada error bersama Ole. Sedang persentase kesuksesan operan United juga naik dari 81,9% menjadi 86,8%, apalagi kesuksesan operan di final third (78,1% banding 83,5%). Penguasaan bola dan operan sukses ini tertular kepada penciptaan peluang: Setan Merah di bawah Mourinho menciptakan peluang setiap 7,5 menit sekali, di bawah Solskjær setiap 6,3 menit sekali (terbaik di antara semua kesebelasan).

Secara umum, sepakbola menghibur juga adalah yang banyak peluang dan tembakannya. United di bawah José mencatatkan 12,7 tembakan per laga, di bawah Ole 15 (terbaik). Begitu juga yang on target dengan 5,8 per laga (terbaik kedua saat masih bersama Mourinho) banding 8,5 (terbaik).

Man United bersama Solskjær bermain lebih terbuka. Semua pemain dipersilakan naik ke depan membantu serangan. Kemudian sadar jika mereka tak begitu baik dalam bertahan (terlihat dari angka-angka sejak era Mourinho musim ini), mereka bermain menekan ketika kehilangan bola, kadang hanya menyisakan dua sampai tiga pemain di belakang. Lubang ini, sejauh ini, jarang tereksploitasi, mungkin karena faktor kualitas lawan. Salah satu kelemahan United mungkin ketika menghadapi situasi set piece. Mereka kebobolan tiga kali hasil dari situsi bola mati, baik langsung atau tak langsung. Kunjungi Juga Agen Taruhan Bola Terbaik AG303.

Baca juga:

5 Kemenangan Beruntun, Manchester United Melaju ke Babak Empat Piala FA

Tottenham Hotspurs Hajar Klub Asal Kota Liverpool Dengan Skor Telak!

Ambisi Arsenal Lanjutkan Tren Kemenangan Ketika Melawat Ke Markas Tim League One!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*